Tata cara berbuka puasa ramadhan 1441H sesuai tuntunan rasulullah



Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Buat kalian yang belum tau tata cara berbuka puasa sesuai tuntunan rasulullah, berikut penjelasannya

Tata cara berbuka puasa yaitu:

1. Ucapakan “Bismillah”[1] lalu berbuka.(membatalkan puasa) ketika mendengar azan. Bisa berbuka dengan ruthab (kurma basah) atautamr (kurma kering) atau seteguk air. [2

2. Kemudian baru membaca doa berbuka puasa. Ini berdasarkan hadis:

ﻛَﺎﻥَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠّﻢَ، ﺇِﺫَﺍ ﺃَﻓْﻄَﺮَ ﻗَﺎﻝَ ﺫَﻫَﺐَﺍﻟﻈّـَﻤَﺄُ ﻭَﺍﺑْﺘَﻠّـَﺖِ ﺍﻟْﻌُﺮُﻭﻕُ، ﻭَﺛَﺒَﺖَ ﺍﻟْﺄَﺟْﺮُ ﺇِﻥْ ﺷَﺎﺀَ ﺍﻟﻠَّﻪُ

“Rasulullah ﷺ apabila telah berbuka puasa, beliauberdoa:

ﺫَﻫَﺐَ ﺍﻟﻈّـَﻤَﺄُ ﻭَﺍﺑْﺘَﻠّـَﺖِ ﺍﻟْﻌُﺮُﻭﻕُ، ﻭَﺛَﺒَﺖَ ﺍﻟْﺄَﺟْﺮُ ﺇِﻥْ ﺷَﺎﺀَ ﺍﻟﻠَّﻪُ

Dzahabazh zhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insyaallah.

Artinya:

“Telah hilanglah dahaga, telah basahlah kerongkongan. Semoga ada pahala yang ditetapkan, jika Allah menghendaki.” [HR. Abu Daud 2/306, no..2357, lihat Shahih al-Jami’ 4/209, no. 4678]

Ada dua alasan doa berbuka dengan cara ini.berdasarkan hadis:

1. Lafal hadis “Telah berbuka” ( ﺇِﺫَﺍ ﺃَﻓْﻄَﺮَ ), artinya beliau ﷺ telah berbuka/membatalkan puasanya, yaitu sudah makan kurma atau minum air.

2. Lafal doa ketika berbuka “Telah basah kerongkongan” ( ﻭَﺍﺑْﺘَﻠّـَﺖِ ﺍﻟْﻌُﺮُﻭﻕُ ), ini menunjukkan sudah makan dahulu dengan pembuka.

Jadi doa berbuka puasa TIDAKLAH dibaca sebelum membatalkan puasa/ sebelum berbuka.

Mohon maaf, adapun doa berbuka puasa yang.mungkin cukup terkenal, akan tetapi doa ini sanadnya DHAIF(Lemah),dan Tidak Boleh Diamalkan yaitu doa:

ﺍﻟﻠّﻬُﻢَّ ﻟَﻚَ ﺻُﻤْﺖُ ﻭَﺑِﻚَ ﺁﻣَﻨْﺖُ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺭِﺯْﻗِﻚَ ﺃَﻓْﻄَﺮْﺕ

“Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa ‘ala rizqika afthartu”

Artinya:

Ya Allah, kepada-Mu aku berpuasa dan kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.” [Mulla ‘Ali Al Qari mengatakan:.“Tambahan ‘wa bika aamantu ‘ adalah tambahan yang tidak diketahui sanadnya, walaupun makna doa tersebut shahih.” (Mirqatul Mafatih, 6/304)]

Hadits secara lengkapnya sebagaimana berikut:

ﻋَﻦْ ﻣُﻌَﺎﺫِ ﺑْﻦِ ﺯُﻫْﺮَﺓَ، ﺃَﻧّﻪُ ﺑَﻠَﻐَﻪُ ” ﺃَﻥّ ﺍﻟﻨّﺒِﻲّ ﺻَﻠّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠّﻢَ ﻛَﺎﻥَ ﺇِﺫَﺍ ﺃَﻓْﻄَﺮَ ﻗَﺎﻝَ : ﺍﻟﻠَّﻬُﻢّ ﻟَﻚَ ﺻُﻤْﺖُ، ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺭِﺯْﻗِﻚَ ﺃَﻓْﻄَﺮْﺕُ

” Dari Muadz bin Zuhrah, bahwasanya telah sampai kepadanya, sesungguhnya Nabi Shallallahu.‘alaihi wa sallam, apabila berbuka (puasa) beliau.mengucapkan : Allahumma Laka Sumtu Wa’Ala.Rizqika Afthortu (Ya Allah untukmulah aku berpuasa dan atas rezkimu aku berbuka) [Riwayat: Abu Dawud No. 2358, Baihaqi 4/239, dan yanglainnya]

Dan sanad hadits ini mempunyai dua cacat.

Pertama :

“Hadits tersebut adalah hadits Mursal, karena Mu’adz bin (Abi) Zur’ah seorang Tabi’in bukan shahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. (hadits Mursal adalah : seorang tabi’in meriwayatkan langsung dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, tanpa perantara shahabat langsung dinisbatkan kepada Nabi Shallallahu’alaihi wassalam).

Kedua :

“Selain itu, Mu’adz bin Abi Zuhrah ini seorang rawi yang Majhul. Tidak ada yang meriwayatkan dari padanya kecuali Hushain bin Abdurrahman.

Sedang Ibnu Abi Hatim di kitabnya Jarh wat Ta’dil tidak menerangkan tentang celaan dan pujian baginya”.

Hadits mursal merupakan hadits dho’if karena sanadnya yang terputus. Syaikh Al Albani pun berpendapat bahwasanya hadits ini dho’if. (Lihat Irwaul Gholil, 4/38) Hadits semacam ini juga dikeluarkan oleh Ath Thabrani dari Anas bin Malik. Namun sanadnya terdapat perawi dho’if yaitu Daud bin Az Zibriqoon, di adalah seorang perawi Matruk (yang haditsnya ditinggalkan) sebagaimana penilain Abu Az-Zur’ah ar-Razi dalam Mizanul I’tidal 2/7 dan al-Hafizh dalam Taqribut Tahdzib juga menilai Dawud bin Az- Zibriqoon sebagai Matruk (lihat Taqribut Tahdzib no. 1795 tahqiq Abu Ashbal Shoghir Ahmad Syaghif al-Bakistani cet. Daarul Ashimah 1423 H). Berarti dari riwayat ini juga dho’if. Syaikh Al Albani pun mengatakan riwayat ini dho’if. (Lihat Irwaul Gholil, 4/37-38)

[1] Ini adalah perintah umum sebelum makan mengucapkan “Bismillah” Nabi ﷺ bersabda:

ﺇِﺫَﺍ ﺃَﻛَﻞَ ﺃَﺣَﺪُﻛُﻢْ ﻓَﻠْﻴَﺬْﻛُﺮِ ﺍﺳْﻢَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ ﻓَﺈِﻥْ ﻧَﺴِﻰَ ﺃَﻥْ ﻳَﺬْﻛُﺮَﺍﺳْﻢَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ ﻓِﻰ ﺃَﻭّﻟِﻪِ ﻓَﻠْﻴَﻘُﻞْ ﺑِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺃَﻭّﻟَﻪُ ﻭَﺁﺧِﺮَﻩُ

“Apabila salah seorang di antara kalian makan, maka hendaknya ia menyebut nama Allah ta’ala. Jika ia.lupa untuk menyebut nama Allah ta’ala di awal,.hendaklah ia mengucapkan: “Bismillaahi awwalahu wa aakhirahu (dengan nama Allah, pada awal dan.akhirnya)”.

[2] Sebagaimana contoh Nabi ﷺ ketika berbuka:

Dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu:

ﻛَﺎﻥَ ﺭَﺳُﻮ ﻝُ ﺍﻟﻠِّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪً ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻳُﻔْﻄِﺮُ ﻋَﻠَﻰ ﺭُﻃَﺒَﺎﺕٍﻗَﺒْﻞَ ﺃََﻥْ ﻳُﺼَﻠِّﻲَ ﻓَﺈِﻥْ ﻟَﻢْ ﺗَﻜُﻦْ ﺭُﻃَﺒَﺎ ﺕٌ ﻓَﻌَﻠَﻰ ﺗَﻤَﺮَﺍﺕٍ ﻓَﺈِﻥْ ﻟَﻢ ﺗَﻜُﻦْﺣَﺴَﺎ ﺣَﺴَﻮﺍﺕٍ ﻣِﻦْ ﻣَﺎﺀٍ

“Rasulullah ﷺ berbuka dengan kurma basah (ruthab). Jika tidak ada ruthab, maka berbuka dengan kurma kering (tamr). Jika tidak ada tamr, maka minum dengan satu tegukan air” [HR. Ahmad, Abu Dawud, sanadnya Shahih]

Hadits-hadits di atas mengandung beberapa pelajaran berharga, antara lain :

1. Dianjurkannya untuk berbuka puasa dengan ruthab (kurma basah), apabila tidak ada maka boleh memakai tamr (kurma kering), jika tidak ada pula maka minumlah air.

2. Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam berbuka dengan beberapa buah kurma sebelum melaksanakan shalat. Hal ini merupakan strategi pengaturan yang sangat teliti, karena puasa itu mengosongkan perut dari makanan sehingga hati tidak mendapatkan suplai makanan dari perut dan tidak dapat mengirimnya ke seluruh sel-sel tubuh. Padahal rasa manis merupakan sesuatu yang sangat cepat meresap dan paling disukai hati apalagi kalau dalam keadaan basah. Setelah itu, hati pun memproses dan melumatnya serta mengirim zat yang dihasilkannya ke seluruh anggota tubuh dan otak.

3. Air adalah pembersih bagi usus manusia dan itulah yang berlaku alamiyah hingga saat ini.

[Lihat Taudhihul Ahkaam min Bulughil Maraam oleh al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalany yang disyarah oleh Syaikh Abdullah bin Abdirrahman al- Bassaam III/477 no. 549, cet. Maktabah as-Sadi th. 1423 H]

Imam Ibnul Qayyim rahimahullaah memberikan penjelasan tentang hadits di atas, beliau berkata,.“Cara Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam yang berbuka puasa dengan menyantap kurma atau air.mengandung hikmah yang sangat mendalam.sekali. Karena saat berpuasa lambung kosong dari makanan apa pun. Sehingga tidak ada sesuatu.yang amat sesuai untuk liver (hati) yang dapat.disuplay langsung ke seluruh organ tubuh serta langsung menjadi energi, selain kurma dan air.

Karbohidrat yang ada dalam kurma lebih mudah sampai ke liver dan lebih cocok dengan kondisiorgan tersebut. Terutama sekali kurma masakyang masih segar. Liver akan lebih mudah menerimanya sehingga amat berguna bagi organ ini sekaligus juga dapat langsung diproses menjadi.energi. Kalau tidak ada kurma basah, kurma kering pun baik, karena mempunyai kandungan unsur.gula yang tinggi pula. Bila tidak ada juga, cukup beberapa teguk air untuk mendinginkan panasnya.lambung akibat puasa sehingga dapat siap menerima makanan sesudah itu.” [Lihat Ath-Thibb an-Nabawy oleh Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, hal. 309, cet. Maktabah Nizaar Musthafa al-Baz, th. 1418 H]

*Pertama: Doa Berbuka Puasa 1*

*”Berdo’a ketika berbuka “Dzahabazh zhoma-u “*

Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا أَفْطَرَ قَالَ « ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ ».

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika telah berbuka mengucapkan: ‘Dzahabazh zhoma’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah (artinya: Rasa haus telah hilang dan urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan insya Allah)’.” (HR. Abu Daud no. 2357, hasan).

*Kapan doa ini diucapkan?*

_Umumnya doa terkait perbuatan tertentu, dibaca sebelum melakukan perbuatan tersebut. Doa makan dibaca sebelum makan, doa masuk kamar mandi dibaca sebelum masuk kamar mandi, dst. Nah, apakah ketentuan ini juga berlaku untuk doa di atas? Dilihat dari arti doa di atas, dzahir menunjukkan bahwa doa ini dibaca setelah orang yang berpuasa itu berbuka. Syaikh Ibnu Utsaimin menegaskan: Hanya saja, terdapat doa dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, jika doa ini shahih, bahwa doa ini dibaca setelah berbuka. Yaitu doa: (doa di atas). Doa ini tidak dibaca kecuali setelah selesai berbuka. (Al-Liqa As-Syahri, no. 8, dinukil dari Islamqa.com). Keterangan yang sama juga disampaikan dalam Fatawa Syabakah Islamiyah, no. 7428._

Karena itu, urutan yang tepat untuk doa ketika berbuka adalah:

*1. Membaca basmalah sebelum makan kurma*

 *2. atau minum (berbuka).*

*3. Mulai berbuka.*

*4. Membaca doa berbuka: (doa di atas).*

Catatan penting:

Sebelum makan berbuka, ucapkanlah ‘bismillah’ agar tambah barokah.

Inilah yang dituntunkan dalam Islam agar makan kita menjadi barokah, artinya menuai kebaikan yang banyak.

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى فَإِنْ نَسِىَ أَنْ يَذْكُرَ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى فِى أَوَّلِهِ فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللَّهِ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ

“Apabila salah seorang di antara kalian makan, maka hendaknya ia menyebut nama Allah Ta’ala (yaitu membaca ‘bismillah’). Jika ia lupa untuk menyebut nama Allah Ta’ala di awal, hendaklah ia mengucapkan: “Bismillaahi awwalahu wa aakhirohu (dengan nama Allah pada awal dan akhirnya)”.” (HR. Abu Daud no. 3767 dan At Tirmidzi no. 1858, hasan shahih)

Dari Wahsyi bin Harb dari ayahnya dari kakeknya bahwa para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata,

يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا نَأْكُلُ وَلاَ نَشْبَعُ. قَالَ « فَلَعَلَّكُمْ تَفْتَرِقُونَ ». قَالُوا نَعَمْ. قَالَ « فَاجْتَمِعُوا عَلَى طَعَامِكُمْ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهِ يُبَارَكْ لَكُمْ فِيهِ »

“Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami makan dan tidak merasa kenyang?” Beliau bersabda: “Kemungkinan kalian makan sendiri-sendiri.” Mereka menjawab, “Ya.” Beliau bersabda: “Hendaklah kalian makan secara bersama-sama, dan sebutlah nama Allah, maka kalian akan diberi berkah padanya.” (HR. Abu Daud no. 3764, hasan). Hadits ini menunjukkan bahwa agar makan penuh keberkahan, maka ucapkanlah bismilah serta keberkahan bisa bertambah dengan makan berjama’ah (bersama-sama).

penulis: assunahsalafushshalih

Email: cs@saifuldesain.com
FB : Saifuldesain
FP: Saifuldesain
Website Resmi www.saifuldesain.com
Toko Online : www.toko.saifuldesain.com

Twitter: @saifuldesain
Instagram : @saifuldesain
Telegram : @saifuldesain
YouTube: saifuldesain

Shoope: Saifuldesain
Tokopedia: Saifuldesain
Bukalapak : Saifuldesain

#ramadhan #ramadan #ramadhan1441 #ramadhan1441H #ramadhan2020 #jurnalramadhan #ramadhanplanner #puasaramadhan #ramadhankarim #eds #dakwahartworks #muslimdesigner #WhatsApp #saifuldesain #tendapekanbaru #blowerpekanbaru #bingkaipekanbaru #kamenikahproject

Komentar